
Nah, teman-teman, sekarang kita mau ngebahas ni tentang EfSD (Education for Sustainable Development) atau Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan,, tapi pertama-tama kita harus tahu apa itu Pengembangan Berkelanjutan....
Pengembangan berkelanjutan (sustainable development) adalah sebuah perubahan, perkembangan atau pengembangan meliputi kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan berkesinambungan sehingga menghasilkan kondisi tentram, aman, nyaman baik di masa sekarang maupun yang akan datang. Pengembangan berkelanjutan diartikan sebagai pengembangan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa menghilangkan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Pengertian tersebut mengandung pesan moral untuk memperbaiki kehidupan manusia masa kini dan mendatang tanpa mempertinggi pemakaian sumber daya alam melebihi daya dukung bumi.
Sedangkan Pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan ( Education for Sustainable Development selanjutnya disebut EfSD) adalah sebuah penemuan baru di bidang pendidikan yakni pendidikan yang memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang utamanya generasi muda untuk berkontribusi secara nyata bagi pengembangan berkelanjutan. EfSD istilah aslinya adalah Education Sustainable Development atau di singkat ESD. Mengapa di Indonesia ditambah dengan for? For artinya untuk. Kata ‘untuk’ berarti menghasilkan sesuatu, ada tujuan yang ingin dicapai. Untuk menghasilkan sesuatu atau mencapai tujuan, harus ada tindakan (action). Sedangkan development diterjemahkan pengembangan bukan pembangunan, karena pembangunan sering dimaknai pembangunan fisik atau infrastruktur.
Ide tentang EfSD pertama kali dicetuskan oleh Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel, mantan rektor United Nations (UN) University dan Staf Ahli Sekjen UN. EfSD lahir dilatarbelakangi kondisi dunia yang menghadapi persoalan makin kompleks. Hal ini terlihat dari makin meningkatnya pertumbuhan populasi dunia melebihi kapasitas produktivitas natural bumi. Semakin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi, melahirkan sejumlah masalah besar dalam hal globalisasi, perdagangan, lingkungan, pembangunan, dan kemiskinan. Melalui EfSD diharapkan terbangun kapasitas komunitas atau bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development.
EfSD menekankan pada 3 pilar yaitu ekonomi, ekologi atau lingkungan, dan sosial. Ketiga aspek tersebut saling beriringan, tidak terpisah-pisah.
Contohnya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tergantung pada lingkungan yang bersih sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti mendapatkan makanan dan sumber daya, air bersih, dan udara bersih. Berkelanjutan berarti berpikir tentang masa mendatang, di mana lingkungan, masyarakat dan ekonomi menjadi pertimbangan sehingga diperoleh keseimbangan dalam pengembangan dan upaya meningkatkan kualitas hidup.
Fungsi dan manfat EfSD;
- Pertama, terbangun kapasitas komunitas/bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development, yaitu kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan ekosistem.
- Kedua, mendidik manusia agar sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam, dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggungjawab, dan mampu mewujudkan semua itu dalam tindakan nyata.
- Ketiga, menumbuhkan komitmen untuk berpartisipasi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman dan nyaman, baik sekarang maupun di masa mendatang.
Perlu dibedakan antara pendidikan tentang pengembangan berkelanjutan dan pendidikan untuk pengembangan berkelanjutan. Kata pertama mempunyai makna pembelajaran untuk kesadaran atau pembahasan secara teoritis. Sedangkan kata yang kedua, pendidikan digunakan sebagai upaya, sebagai alat atau cara untuk mencapai sustainibilitas. Tentu saja yang dimaksud bukan hanya sekedar pembahasan secara teoritis. Masyarakat merupakan sasaran yang harus dijangkau EfSD, unsur masyarakat mulai dari anak anak, remaja, dewasa sampai orang tua, laki-laki, perempuan, kelompok dan golongan masyarakat apapun adalah tempat EfSD ditanamkan dan disemaikan.
Ada beberapa metode yang dapat ditempuh dan dilaksanakan berkesinambungan dalam upaya penerapan konsep EfSD secara berulang-ulang yaitu melalui:
- ceramah, diskusi, seminar.
- spanduk, selebaran, brosur, dan iklan, termasuk yang di media televisi, dirilis di radio dan dipasang di jalan-jalan.
- internet seperti milis dan facebook.
Referensi :
http://www.bpplsp-reg-1.go.id/buletin/read.php?id=82&dir=1&idStatus=0
http://andragogia.p2pnfisemarang.org/wp-content/uploads/2010/11/andragogia1_3.pdf



0 komentar:
Posting Komentar